Dalam rangka memperingati National Mental Health Campaign 2025, Ikatan Mahasiswa Muslim Psikologi Indonesia (IMAMUPSI) bersama Kelompok Studi Psikologi Islam (KSPI) dari berbagai universitas di Yogyakarta mengadakan kegiatan kampanye kesehatan mental di Wisdom Park UGM pada Minggu pagi, 12 Oktober 2025.
Kegiatan ini dipimpin oleh Latifa Setya Priyani selaku ketua panitia ini diikuti oleh sebelas peserta. Acara berlangsung dengan penuh semangat serta interaksi positif dengan para pengunjung Wisdom park.
Latifa menyampaikan kampanye ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya kesehatan mental (mental health awareness), baik di kalangan mahasiswa maupun masyarakat umum. Melalui kegiatan ini panitia ingin mengajak masyarakat untuk lebih memahami perasaan diri sendiri, mengenali tanda-tanda stres, serta lebih peduli terhadap kesehatan mental orang di sekitar.
“Kesadaran akan pentingnya kesehatan mental harus dimulai dari hal-hal kecil, seperti saling menyemangati dan berbagi energi positif,” ujar Latifa.
Dalam kegiatan ini, para peserta membagikan quotes berisi kata-kata motivasi hidup kepada pengunjung yang datang ke Wisdom Park. Pesan-pesan inspiratif tersebut berisi ajakan untuk tidak mudah menyerah, tetap semangat menghadapi tantangan hidup, dan menyadari bahwa setiap individu berharga serta layak bahagia.
Kegiatan berlangsung dalam suasana hangat dan penuh antusiasme. Pengunjung menyambut baik inisiatif tersebut, bahkan beberapa di antaranya turut berbagi cerita dan pengalaman seputar perjalanan mereka menjaga kesehatan mental.
Wisdom Park UGM dipilih sebagai lokasi kegiatan karena setiap Minggu pagi tempat ini ramai dikunjungi masyarakat dan mahasiswa. Suasana taman yang terbuka, alami, dan penuh aktivitas sosial menjadikannya lokasi ideal untuk menyebarkan pesan positif kepada khalayak yang lebih luas.
Melalui kegiatan National Mental Health Campaign 2025 ini, IMAMUPSI dan KSPI berharap gerakan peduli kesehatan mental semakin tumbuh di kalangan generasi muda bahwa menjaga kesehatan mental bukan hanya tanggung jawab pribadi, tetapi juga bagian dari kepedulian sosial terhadap sesama.
